Pengrajin Reog Lesu

Jika Kita Mendengar Seni Reog/Mungkin Sudah Tidak Asing Lagi,Dan Kita Akan Terinpirasi Kota Reog Yaitu Ponorogo ,Yang Terletak Dibagian Selatan  Sebelah Barat Provensi Jawa Timur ,Di Sinilah Seni Reog  Berasal Dan Berkembang Yang Akhirnya Bisa Di Kenal Keseluruh Nusantara Bahkan Dunia, Namum Cukup Disayangkan Seni Budaya Yang Sudah Tersohor Ini Tanpa Di Barengi/Pelestarian  Seni Reog Ini,Sehingga Bisa Tetap Bergairah Di Tempat Asalnya Yaitu Ponorogo,Semakin Lesunya Seni Reog Di Ponorogo Inipun Juga Berdampak,Pada Pengrajin Reog Yang Ada Di Ponorogo,Karena Sepinya Order Dan Sulitya Bahan Baku Pengrajin Reog Yang Adapun Hanya Bisa Bertahan Hidup Tanpa Ada Perkembangan.

Lesunya Kesenian Reog Yang Ada Di Ponorogo Ini,Cukup Di Rasakan Oleh Pengusaha Reog Yang Ada Di Ponorogo,Yaitu Jumingan Salah Satu Pengrajin  Dan Seniman Reog Warga Desa Probosuman Kecamatan Kota Ponorogo Ini.Sebagai Pengrajin/Jumingan Tidak Hanya Terkendala Masalah Bahan Baku/Khususnya Bahan Baku Kepala Reog/Karena Bahan Baku Dari Kepala Reog Cukup Langka,Dari Sisi Kayu Yang Digunakan Kepala Reog Bukan Kayu Sebarangan Melainkan Harus Kayu Khusus,Yaitu Kayu Dadab,Dimana Keberadaan Kayu Dadab Ini Mulai Langka,Pengrajin Memilih Kayu Dadab,Karena Kayu Dadab Mempunyai Keunggulan,Yaitu Kayunya Ringan Dan Berserat,Sehingga Pas Untuk Di Pakai Untuk  Kepala Reog.Kesulitan  Lain Untuk Laian Untuk Pembuatan Kepala Reog Ini,Yaitu Kulit Kepala Harimau Dan Merak/Untuk Kulit Harimau Sudah Mulai Langka Dan Sulit  Sementara Penyediaan  Untuk Bulu Merak Pengusaha Harus Impor Dari India Kendala Yang Lain/ Yang Di Rsakan Oleh Para Pengrajin Reog Ini,Yaitu Masalah Pemasaran,Pengrajin Reog Kesulitan Pemasaran Karena Dari Pemkab Setempat Sama Sekali Tidak Pernah Memberikan Solusi,Terkait Pemasara,/Bahkan  Pemkab Setempat Juga,Tidak Ada Itikat Untuk Mengairahkan Lagi Seni Roeg Yang Ada Di Desa Desa,Sehingga Menambah Parah Kondisi Pengrajin Reog Yang Ada Di Ponorogo Tersebut. Menurut Jumingan Seni Roeg Yang Ada Di Ponorogo Mulai Lesu Dan Menurn Dratis Di Bandingkan  Beberapa Tahun Sebelumny,,Hal Tersebut Terlihat,Seni Reog Ini Sudah Tidak Terlihat Di Temapilkan Di Desa Desa Yang Ada Di Ponorogo/Kalau Dulu Di Setiap Desa Itu Mempunyai 1 Sampai 2 Reog/Saat Ini Jangankan Memiliki  2 Reog, 1 Reogpun Desa Tidak Punya. Banyaknya Kendala Yang Di Hadapi Para Pengrajin Reog Ini.Jumingan Hanya Berharap , Pemkab Ponorogo Bisa Kembali Mengairahkan Dan Menghidupkan Lagi/Seni Reog Ini Di Tanah Asalnya Yautu Ponorogo/Sehingga Seni Roeg Yang Sudah Di Kenal Dan Mendunia Ini/Lambat Laun  Tidak Punah Dari Tanah Asalnya Yaitu Ponorogo.